October 1, 2026

Pendidikan Bahasa Inggris

STKIP Persada Khatulistiwa

Lambertha Leli Hakikiyani peraih IPK Tertinggi dan Lulusan Termuda Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Berasal dari keluarga dengan sederhana, Lambertha Leli Hakikiyani tumbuh dengan dorongan kuat untuk mengutamakan pendidikan. Sosok yang akrab disapa Leli ini berhasil menorehkan prestasi sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yaitu IPK 3.90 pada Wisuda Sarjana (S1) Angkatan ke-V Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Tahun 2025. Capaian tersebut menjadi bukti dari kerja keras yang ia jalani selama menempuh studi.

Perjalanan akademik yang dijalani Leli tidaklah mudah. Ia yang berasal dari kampung harus berusaha lebih keras agar bisa menyetarakan diri dengan kemampuan teman seangkatan dan tuntutan akademik. Selain belajar dengan giat, dia juga memiliki usaha sampingan sebagai penjual buket, reseller Kerupuk Basah, dan menjadi Student Staff di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. “Apa sih yang ga bisa di dunia ini jika kita berusaha untuk menggapainya?” ujarnya.

Capaian sebagai peraih IPK tertinggi tentu tidak diraih secara instan. Leli selalu memastikan bahwa IPK setiap semester harus selalu di atas 3,50. Untuk mendapatkan hal tersebut, ia belajar melalui hal-hal yang ia sukai, misalnya menonton video dan mendengarkan musik berbahasa Inggris. Ia juga menekankan pentingnya mengatur waktu dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara belajar dan menikmati masa muda. Menurutnya, belajar juga harus diimbangi dengan hal-hal yang menyenangkan. “Belajar adalah kewajiban, tetapi menikmati masa muda juga hal yang harus saya lakukan,” jelasnya.

Selain itu, Leli juga aktif terlibat dalam organisasi dan kepanitiaan pada berbagai kegiatan yang kampus adakan. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), humas ELLSA (English Language Learning Student Association), serta menjadi pengurus inti Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan dan terlibat dalam kepanitiaan di beberapa acara kampus. Berkat keaktifan tersebut, ia kemudian dipercaya menjadi Student Staff Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris selama tiga semester.

Untuk menambah pengalaman dan mengembangkan diri, Leli mengikuti berbagai kegiatan dan lomba. Berkat usaha tersebut, ia pernah terpilih menjadi Juara II Peserta Terbaik PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) pada tahun 2021, juara 2 dan harapan 1 lomba fashion show, juara 1 dan 2 lomba puisi. Selain itu, ia juga pernah dipercaya mewakili Kecamatan Kalis sebagai perwakilan dalam kegiatan Bujang dan Dara Gawai Dayak Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2023, serta mengikuti kegiatan Bujang Keling dan Dara Kumang pada tahun 2024.

Ia juga terlibat dalam beberapa program yang diselenggarakan oleh kampus, seperti kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen, yang hasilnya dipublikasikan dalam JEES (Journal of English Educational Study). Selain itu, pada tahun 2024 ia menjadi salah satu dari tujuh mahasiswa yang mengikuti program student mobility di Sarawak, Malaysia. Ia juga dipercaya menjadi pendamping mahasiswa dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) selama enam hari di Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, ia berhasil menjalin relasi yang baik dengan dosen serta mahasiswa, baik dari kampus asal maupun dari UNIMAS.

Leli terus berupaya menambah dan mengasah kemampuan melalui berbagai pengembangan diri. Mengingat ia merupakan sarjana pertama di keluarganya serta satu-satunya sarjana dari pihak ibu, ia berusaha dengan sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan mereka. Melalui usaha dan dukungan dari keluarga, ia berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan IPK 3,90 serta meraih predikat lulusan dengan IPK tertinggi dan lulusan termuda pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Persada Khatulistiwa Sintang pada tahun 2025.

Setelah sidang skripsi, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi guru di SMP Panca Setya 1 Sintang. Ia mengambil kesempatan tersebut dan mulai mengajar sambil menunggu waktu wisuda. Selama satu semester, ia mengajar bahasa Inggris serta memberikan les privat kepada para siswa.

Di balik pencapaiannya, Leli berusaha sangat keras untuk menggapainya. Ia melewati hari-hari yang tidak mudah dan selalu berusaha agar bisa belajar, bekerja dan menikmati masa mudanya. “Ada malam-malam yang dilalui tanpa tidur dan ada siang yang tanpa istirahat. Apa yang saya capai mungkin tidak seberapa bagi orang lain, namun bagi saya ini adalah hasil manis dari benih kerja keras yang tanam,” tuturnya.